4 Langkah Jitu Menembus Jurnal Internasional

Untuk yang sedang menjalani kuliah khususnya semester akhir, baik jenjang S1 maupun S2 diwajibkan untuk publish paper/jurnal terindeks (nasional ataupun internasional). Mungkin kebanyakan dari kita masih bingung bagaimana sih agar tulisan kita bisa dipublish ke conference atau jurnal. Bagi sebagian orang termasuk saya awalnya juga dahulu mengalami hal yang sama. Belum pernah sekalipun submit paper ke conference. Jangankan conference, baca paper atau jurnal saja hampir tidak pernah. Baik…langsung saja saya berikan beberapa tips agar paper kita lolos di conference international.

1. Bahasa

belajar-6-Cabang-Ilmu-Bahasa.jpg

sumber: “http://www.malesnulis.com/wp-content/uploads/2016/03/belajar-6-Cabang-Ilmu-Bahasa.jpg”

Iya…tentu hal utama agar bisa submit paper ke conference internasional wajib hukumnya menggunakan bahasa inggris yang baik dan benar. Namun tidak perlu khawatir bagi yang tidak terlalu baik kemampuan bahasa inggrisnya. Karena sekarang sudah banyak tools untuk bisa membantuk kita dalam proses translate bahasa indonesia kedalam bahasa inggris. Misalnya menggunakan google translate dll masih banyak aplikasi lain yang bisa membantu kita dalam menterjemahkan bahasa. Catatan yang perlu diperhatikan dalam menterjemahkan bahasa yaitu, bahasa indonesia yang kita gunakan harus (wajin) baku sesuai EYD (SPOK). Jika bahasa Indonesia yang kita susun sudah sesuai EYD dan aturan baku penulisan kalimat yang benar, insyaAllah dalam menterjemahkan kedalam bahasa inggris menggunakan google translate akan bagus hasilnya. Untuk meyakinkan kembali apakah kalimat yang diterjemahkan google translate sudah benar atau belum, ada juga aplikasi untuk check grammer dan paraprase sebuah kalimat untuk menghindari plagiarism. Contohnya seperti grammerly, ginger dll.

2. Paper/hasil

Capture.PNG

Tentu sebelum kita berniat submit ke sebuah conference, hal yang paling penting adalah punya paper. Tidak harus sempurna kok, selama tulisan kita dapat menyumbangkan ilmu pengetahuan insyaAllah sudah bisa dijadikan sebuah paper. Kendalanya memang, kebanyakan dari kita berfikiran harus dapat hasil yang sempurna baru bisa submit. Sehingga tidak ada satupun paper yang ditulis. Jadi…apapun hasilnya selama bisa menyumbang ilmu pengetahuan, maka submit lah.hehe

3. Referensi

duh-buku-bahasa-indonesia-berisi-kata-kata-kasar.jpg

sumber: “http://hallobogor.com/wp-content/uploads/2016/01/duh-buku-bahasa-indonesia-berisi-kata-kata-kasar.jpg”

Ini juga tidak kalah penting dari point di atas. Ya…referensi. Kenali dahulu conference yang akan kita ikuti. Misalkan conference yang akan kita ikuti disupport/format penulisannya menggunakan IEEE, maka minimal ada 2 buah referensi yang kita acu dari IEEE. Ini bisa menjadi salah satu tolak ukur paper kita lolos atau tidak.

4. Format penulisan

pen-and-paper-by-lucastheexperience-on-flickr-400x266.jpg

sumber: “http://3r.com.my/wp-content/uploads/2009/08/pen-and-paper-by-lucastheexperience-on-flickr-400×266.jpg”

Kalau ini memang wajib hukumnya, ya karena setiap conference memiliki aturan masing-masing sesuai kebutuhan mereka. Jadi jika ingin lolos ya wajib mengikuti aturan dari mereka.hehe

Semoga membantu…
Semangat menulis…
Semangat meneliti…

Advertisements

An Optimal Design of Solar Water Pump System with Considering Cost and Effectiveness: Indonesia Perspective

Problem encountered in the design of solar water pump is about the cost of making the solar water pump by considering two variables, namely the cost and effectiveness of solar water pump when installed. The case studies raised regarding Indonesia perspective to be applied well in Indonesia. The solution offered is the design of the solar water pump system by considering aspects of cost and effectiveness carefully. The result is a plan to build a solar water pump which was suitable for use in all conditions and situations in the area of Indonesia.

Keyword: Effectiveness, solar water pump, Indonesia.

Optimal Placement and Capacity of Wind-based Distributed Generation to Minimize Losses Using Flower Pollination Algorithm Method

Abstract— The Marine energy resource has a great potential in
Indonesia. The geographic condition of Indonesia as an
archipelago so might be utilized for the development of marine
energy in the future as wind offshore. Distributed generation (DG)
placement can affect the flow of power and voltage on the bus in
the distribution system. Therefore, the placement of DG must be
considered and planned in detail in order to work optimally. The
DG placement in optimal manner may increase losses in the system
and also has an effect on the voltage profile will decrease. In
addition, the capacity of DG must be considered to have a positive
impact on the distribution network. In practice, load patterns in
the distribution network vary by time. DG placement and optimal
capacity at varying loads may not be optimal for the load demand
is always different every time. For the purpose of planning,
placement, and DG capacity is determined by considering the peak
load, average or a combination of the two loading conditions to get
maximum results. The experimental results show that the purpose
flower pollination algorithm method is indeed capable of obtaining
high quality solutions efficiently.

Keywords— wind-based DG allocation, wind offshore, active
power loss, distribution system, flower pollination algorithm, marine
energy.

Download file disini:
Link 1 (www.academia.edu)

Optimal Capacity and Placement of Distributed Generation Using Metaheuristic Optimization Algorithm to Reduce Power Losses in Bantul Distribution System, Yogyakarta

Abstract—Distributed generation (DG) is a distributed generator that employs on the distribution system. The aims of DG in distribution system are to improve the voltage profile, to increase spare capacity, and to reduce the power losses. DG installation on the distribution system needs consideration of optimal capacity and optimal placement. If DG has placed in incorrect location so it can damage and interference such as voltage flicker, phase disorder to ground, fault current and fault current magnitude. So this would be differ with DG expected. Therefore it needs a right placement and allocation of power capacity (sizing) to optimize DG in which use a metaheuristic optimization algorithm to solve the problem. The metaheuristic optimization algorithm is proposed to use particle swarm optimization (PSO) algorithm for reducing power losses in distribution system and this study used feeder 7 Bantul in substation to coastal areas Samas that is the end of distribution system. The result showed that PSO succeeded to reduce losses.
Keywords—DG, PSO algorithm, power losses, distribution system.

Download file disini:
Link 1 (www.academia.edu)